Penting Nggak Sih Kegiatan Pecinta Alam Bagi Siswa?

SmkNews, Kebumen – Tulisan ini merupakan nostalgia pada waktu membentuk kelompok pecinta alamdi sekolah SMA dulu. Kebetulan seminggu yang lalu aku diajak keponakan bergabung ke grup FB Iksapala SMA Negeri 1 Kebumen.

Sebuah kelompok pecinta alam yang beranggotakan siswa siswi dan alumnus dari SMA Negeri 1 Kebumen, yang lahir tahun 1991. Jelek-jelek gini lulusan dari sekolah SMA terkaporit di daerah Kebumen…hehehe Mengenai pertanyaan judul diatas, biarlah para pembaca dan adik-adikku di Iksapala yang menjawabnya.

Aku hanya ingin bercerita lahirnya kelompok pecinta alam di SMA ini. Bagaimana ramainya perdebatan pemberian nama Iksapala. Bermula dari kegiatan pramuka di sekolah, dimana setelah kita naik ke kelas dua, semua kegiatan pramuka dan pembinaannya dilarang lagi memakai gojlokan fisik, seperti hukuman push up, lari keliling lapangan dan sebagainya.

Pada waktu kita kelas satu masih ada gojlokan ini dari kakak kelas dua. Akibat pelarangan ini kegiatan pramuka jadi kurang menarik lagi, hambar tanpa bentakan dan gojlokan.

Maklum saat itu masih darah muda dan berharap bisa “balas dendam” ke adik kelas. Akhirnya aku dan beberapa teman di pramuka Saka (Satuan Karya) Wanabhakti, salah satu pramuka binaan Perhutani, berembug untuk menbentuk wadah untuk mengekspresikan “balas dendam” dan kegiatan outdoor, hingga akhirnya terbentuk kelompok pecinta alam.

Dalam salah satu rapat pembentukan nama aku mengusulkan nama untuk kelompok ini Orsapala (organisasi siswa pecinta alam) dan Iksapala (ikatan siswa pecinta alam) dan salah seorang teman siswi mengusulkan nama Gracinal(gabungan remaja pecinta alam, helo sister semoga baca tulisan ini).

Lewat perdebatan seru dan adu argumen akhirnya diambil voting, hingga terpilih nama Iksapala, yang tetap dipakai hingga sekarang. Untuk tahap awal diadakan pendidikan dan latihan dasar pecinta alam yang dibantu kelompok pecinta alam dari kota Kebumen yang lebih dulu lahir, Gappeta. Kebetulan ada teman yang sudah jadi anggota kelompok pecinta alam ini.

Di ikuti sekitar dua puluhan siswa, berlangsung di gunung Paras, kecamatan Karangsambung. Tulisan ini juga untuk meluruskan blog Iksapala bahwa Iksapala lahir dibidani Gappeta.

Kita tidak menafikkan peran Gappeta, namun yang pasti kelompok pecinta alam ini lahir dari siswa siswi sekolah SMA Negeri 1 Kebumen, bukan dari luar sekolah. Setelah diklat itu mulai banyak kegitan yang diadakan Iksapala, dari penghijauan, bhakti sosial, caving di gua Petruk dan yang paling spektakuler mengadakan lomba lintas alam Karangbolong-Logending dimana pesertanya dari seluruh sekolah lanjutan atas sekabupaten Kebumen.

Acara berlangsung cukup sukses, tentu karena kerja sama yang baik dengan semua pihak, termasuk osis, pramuka serta guru-guru disekolah. Dulu berharap agenda kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahun, tapi entahlah sekarang, masih ada atau tidak.

Apapun kegiatan siswa-siswi di sekolah selama positif dan bermanfaat sudah selayaknya didukung sekolah, termasuk siswa pecinta alam ini. Sepakat ? Salam… Dammam, 14 Juli 2012. (Teguh/Aan)

Sumber: www.kompasiana.com/

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *