Peran Pramuka Dalam Pembentukkan Karakter Bangsa

SmkNews – Boroko. Berbicara pramuka tentu tak lepas dengan sosok Sir Robert Boden-Poweil. Dia merupakan bapak kepanduan dunia. Dari dialah embrio organisasai ini muncul, yakni pada tahun 1907.

Berdirinnya organisasi ini diilhami oleh dua organisasi remaja yang lebih dulu ada, yaitu Sons of Daniel Boon yang didirikan oleh Daniel Carter Beart, dan Woodcraft Indian yang didirikan oleh Ernest Thompson Seton.

Lalu bagaimana perkembangan dan pengaruhnya organisasi ini masa kini di Indonesia Buku setebal 304 ini akan memberi informasi lengkap tentang sejarah dan arti penting pramuka bagi pembentukan karakter generasi muda bangsa Indonesia.

Di dalamnya juga dikupas berbagai hal tentang kegiatan kepanduan serta materi-materi yang sering diberikan atau yang akan didapatkan anggota pramuka dari berbagai jenjang.

Sampai sekarang, kepanduan terus berkembang pesat di lebih dari 150 negara di dunia. Kendati, organisasi ini di tiap negara berdiri independen, tapi memiliki forum pertemuan rutin yang dilaksanakan dua tahun sekali dalam Boy Scouts World Conference.

Dan biro kepanduan dunia berada di Jenewa, Swiss. (hal.19) Anggota gerakan Pramuka di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, yakni 21 juta orang yang terbagi dalam kwatir daerah di 33 propinsi dan kwartir cabang di 456 kabupaten/kota.

Sementara anggota kepanduan di seluruh dunia hanya mencapai 28 juta orang. Pramuka Dan Karakter Generasi Muda Dalam tiga dasarwasa terakhir, pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Indonesia terbilang berhasil. Banyak capaian dan kemajuan dalam berbagai sektor yang bisa kita rasakan dan lihat bersama.

Namun, dibalik prestasi tersebut ada “biaya” yang juga mesti di bayar. Sejalan dengan pertembuhan dan kemajuan, ada hal yang cukup menghawatirkan, yakni ditemukan beragam masalah dan tantangan yang dihadapi dan dirasakan oleh kaum muda. Secara umum hal tersebut dapat digolongkan menjadi dua.

Pertama, masalah kebangsaan, terutama yang terkait dengan perubahan tata nilai dalam kehidupan sosial dan budaya. Kedua, masalah dan tantangan sosial, terutama yang berkaitan dengan kemiskinan. Secara teoritis banyak carayang bisa digunakan untuk mengatasi dua masalah di atas.

Dan, salah satunya adalah melibatkan kaum muda sejak dini dalam kegiatan kepramukaan. Konsep pendidikan dalam kegiatan ini dipandang mampu membangun karakter kaum muda, selain bersifat universal dan dilaksanakan di berbagai negara.

Tidak mengherankan bila dalam kurikulum 2013 yang berbasis karakter, kepramukaan dijadikan sebagai ekstrakulikuler di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai tingkat SMA.

Masuknya kepramukaan dalam kurikulum 2013 tersebut merupakan salah satu wahana pembentukan karakter siswa. Berbagai kegiatan yang ada di dalamnya, seperti kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan kebersamaan diyakini mampu membentengi siswa dari berbagai pengaruh negatif.

Di masa mendatang, kegiatan pramuka diharapkan mampu mendukung kopentensi sikap sosial siswa, yang ujungnya mampu mampu menjadi agen perubahan dan penguatan jiwa dan karakter bangsa.

Oleh karena itu, bagi para pengurus gerakan pramuka, khusunya di Indonesia, dalam berbagai jenjang, dituntut untuk mampu menciptakan sebuah terobosan baru, agar gerakan pramuka memiliki pesona sendiri, sehingga mampu mencuri minat kaum muda dalam rangka mengembangkan bakat dan potensi mereka. Yakni gerakan pramuka harus mampu tampil lebih kreatif, edukatif, inovatif, dan penuh tantangan, yang tentunya diselaraskan dengan karater dan nafas, serta budaya banga Indonesia.

Sumber : www.kompasiana.com

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *